Rapat Persiapan Pelaksanaan PIN Polio 2024

/ Berita / Rapat Persiapan Pelaksanaan PIN Polio 2024

2024, 04 Jul / Posted By Humas Dinkes


Ambon - Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio sebagai upaya pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Polio, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menggelar rapat koordinasi  bertempat di Kantor Gubernur Maluku, pada Kamis, 04 Juli 2024.

Rapat koordinasi ini dibuka oleh PJ Gubernur Maluku Bapak Ir. Sadali. Ie, M.Si., IPU. Dan dihadiri juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Ibu Nita Sadali, Asisten 1, Forkopimda, Bupati/Walikota se Maluku, Dinas Kesehatan Kab/Kota se Maluku, dan Lintas Sektor Terkait.

Berdasarkan penilaian risiko menggunakan tool standar yang diikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization), Indonesia dikategorikan wilayah tisiko tinggi penularan polio. Sejumlah 32 (84%) Provinsi dan 399 (78%) Kabupaten/Kota di Indonesia masuk kategori risiko tinggi polio. Maka dalam pencegahan dan pengendalian penyakit salah satunya dilaksanakan melalui peningkatan kekebalan tubuh melalui imunisasi sebagai salah satu metode paling cost effective dalam mencegah penyakit dengan memberikan kekebalan aktif sehingga ketika terpapar suatu penyakit tidak menjadi sakit atau hanya sakit ringan. Oleh karena itu dibutuhkan upaya respon imunisasi yang masif dengan cakupan tinggi dan merata untuk memutus transmisi virus polio.

PIN Polio akan dijalankan mulai 23 Juli 2024 menggunakan vaksin novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2).

Dalam pertemuan ini, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Yan Aslian Noor., MPH berkesempatan menyampaikan materi terkait kebijakan, dan menjelaskan langkah-langkah strategis yang harus diambil untuk memastikan pelaksanaan imunisasi polio berjalan dengan efektif dan mencapai seluruh target sasaran.

Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan semua pihak yang terlibat dapat bekerja sama dengan baik dalam pelaksanaan PIN Polio, sehingga tujuan untuk mencegah Kejadian Luar Biasa Penyakit Polio dapat tercapai dan anak-anak di Provinsi Maluku terhindar dari risiko polio.